Senin, 09 April 2012


Pada dasarnya semuanya sama, yaitu untuk menberikan inputan dan menampung hasil inputan tersebut.
Hanya perbedaannya adalah :
Kalau utnuk Scanner ketika ada perhitungan matematika, maka variable yang akan di gunakan dalam perhitungan tidak perlu di konfersikan lagi, bias langsung di hitung, lain halnya dengan fungsi (InputStreamReader + BufferedReader) yang perlu di konfersikan dahulu sebelum dilakukan perhitungan matematika pada variable yang akan digunakan.


Contoh Program :
Untuk Fungsi (InputStreamReader + BufferedReader)
import java.io.*;
class HitungLingkaran {
public static void main(String[] args) throws IOException {
InputStreamReader key = new InputStreamReader(System.in);
BufferedReader input = new BufferedReader(key);
String rad;
double rads, luas, kel, phi = 3.14;
System.out.print("Masukan Nilai Radius :");
rad = input.readLine();
rads = Double.parseDouble(rad);
luas = phi * rads;
kel = 2 * phi * rads;
System.out.println("Hasil Perhitungan");
System.out.println("Luas Lingkaran :" + luas);
System.out.println("Keliling Lingkaran :" + kel);
}
}
Penjelasa Program :
Untuk sebagian code program tentunya tidak perlu dijelaskan lagi karna sudah dijelaskan pada postingan sebelumnya.
import java.io.*;
Code di atas untuk menambahkan fungsi java.io yang diantaranya fungsi (InputStreamReader + BufferedReader)
InputStreamReader key = new InputStreamReader(System.in);
BufferedReader input = new BufferedReader(key);
Code di atas adalah pembuatan 2 buah objek baru bernama key dan input untuk menggantikan fungsi (InputStreamReader + BufferedReader)
rads = Double.parseDouble(rad);
Code di atas untuk untuk konversi dari variable rad dengan tipe data String ke variable rads dengan tipe data double, karna hasil inputan dengan variable rad itu akan dilakukan perhitungan, sehnigga perlu di konversikan dahulu.
Untuk Fungsi Scanner
import java.util.*;
class NilaiAkhir {
public static void main(String[] args) {
String nama;
int nuts,nuas,ntm,na;
Scanner input = new Scanner(System.in);
System.out.print("Masukan Nama Siswa :");
nama = input.nextLine();
System.out.print("Nilai UTS :");
nuts = input.nextInt();
System.out.print("Nilai UAS :");
nuas = input.nextInt();
System.out.print("Nilai Tugas Mandiri :");
ntm = input.nextInt();
na=nuts+nuas+ntm;
System.out.println("Nilai Murni Yang Diperoleh :");
System.out.println("Nilai Murni UTS :" + nuts);
System.out.println("Nilai Murni UAS :" + nuas);
System.out.println("Nilai Murni Tugas :" + ntm);
System.out.println("Nilai Akhir Yang Diperoleh Yaitu :" + na);
}
}
Penjelasan Program :
import java.util.*;
Code di atas untuk menambahkan fungsi java.util yang diantaranya fungsi Scanner
Scanner input = new Scanner(System.in);
Code di atas adalah pembuatan sebuah objek baru bernama input untuk menggantikan fungsi Scanner
na=nuts+nuas+ntm;
Lihat code di atas pada code program keseluruhan, sebelum melakukan perhitungan matematika, tidak ada pengkonversian sebelumnya, lain halnya dengan fungsi (InputStreamReader + BufferedReader) yang perlu di konversikan dahulu ketika di berikan perhitungan.
Silahkan amati kedua code program di atas dan akan tampak jelas perbedaannya.
Contoh lain :
import java.util.*;
class Konversi {
public static void main(String[] args) {
double cel,fah=1.8,rea=0.8;
Scanner input = new Scanner(System.in);
System.out.print("Masukan Nilai Derajat Celcius :");
cel = input.nextDouble();
fah=(cel*fah)+32;
rea=cel*rea;
System.out.println("Hasil konversi :");
System.out.println("Derajat Fahrenheit :" + fah);
System.out.println("Derajat Reamur :" + rea);
}
}


  1. Pernyataan IF
Artinya jika kondisi memenuhi syarat, maka perintah akan dikerjakan dan sebaliknya, jika kondisi salah, maka perintah akan diabaikan.
Pernyataan IF ada beberapa macam
a. If tunggal
Pernyataan yang hanya terdiri dari satu kondisi dan dua pernyataan
b. If majemuk
Pernyataan yang terdiri dari beberapa kondisi dan beberapa pernyataan
c. Nested if (If bersarang)
Yaitu tedapat kondisi lain di dalam kondisi ( If di dalam if)
Bentuk umum :
If (kondisi){
Pernyataan;
………….;
}
Contoh Program :
import java.util.*;
class HitungNilai {
public static void main(String[] args) {
String nama, hadiah;
int n1, n2, n3;
double rata2;
Scanner input = new Scanner(System.in);
System.out.println("PROGRAM HITUNG NILAI RATA-RATA");
System.out.print("Nama Siswa :");
nama = input.nextLine();
System.out.print("Masukan Nilai Pertandingan I :");
n1 = input.nextInt();
System.out.print("Masukan Nilai Pertandingan II :");
n2 = input.nextInt();
System.out.print("Masukan Nilai Pertandingan III :");
n3 = input.nextInt();
rata2 = (n1 + n2 + n3) / 3;
if(rata2 >= 85){
hadiah="Seperangkat Komputer P4";
}
else if(rata2 >= 70){
hadiah="Uang sebesar Rp. 500.000";
}
else{
hadiah="Mendapat hadiah hiburan";
}
System.out.println("Siswa yang bernama :" + nama);
System.out.println("Memperoleh nilai rata-rata : " + rata2 + "dari hasil perlombaan yang diikutinya");
System.out.println("Hadiah yang didapat adalah :" + hadiah);
}
}
Untuk penjelasan program saya rasa sudah sering saya jelaskan sebelumnya, tinggal di amati saja code programnya, tentunya untuk pernyataan if ini sudah tidak asing lagi bagi anda semua…
Contog Lain :
import java.util.*;
class NilaiKursus {
public static void main(String[] args) {
String nama,grade;
int nk,nt,nu,na;
Scanner input = new Scanner(System.in);
System.out.println("PROGRAM HITUNG NILAI AKHIR");
System.out.print("Nama Siswa : ");
nama = input.nextLine();
System.out.print("Nilai Keaktifan :");
nk = input.nextInt();
System.out.print("Nilai Tugas :");
nt = input.nextInt();
System.out.print("Nilai Ujian :");
nu = input.nextInt();
nk=(nk*20)/100;
nt=(nt*30)/100;
nu=(nu*50)/100;
na = nk+nt+nu;
if(na>=80){
grade="A";
}else if(na>=70){
grade="B";
}else if(na>=59){
grade="C";
}else if(na>=50){
grade="D";
}else{
grade="E";
}
System.out.println("Siswa Yang Bernama :" + nama);
System.out.println("Dengan Nilai Presentasi Yang Dihasilkan.");
System.out.println("Nilai Keaktifan * 20% :" + nk);
System.out.println("Nilai Tugas * 30% :" + nt);
System.out.println("Nilai Ujian * 50% :" + nu);
System.out.println("Jadi Siswa Yang Bernama :" + nama +
"Memperoleh Nilai Akhir Sebesar :" + na);
System.out.println("Grade Nilai Yang Didapat Adalah : " + grade);
}
}
  1. Pernyataan Switch Case
Pernyataan Switch Case ini sama dengan pernyataan IF-Else namun pada pernyataan Switch Case ini hanya digunakan pada tipe data primitif yang bertipe integer.
Bentuk Umum :
Switch (ekspresi){
Case konst-1 :
Perintah…
Break;
Case konst-2 :
Perintah…
Break;
……………..
……………..
Default :
Perintah…
Contoh Program :
Pada contoh berikut ini menggunakan pernyataan If-Else dan Switch Case
import java.util.*;
class UpahHonor {
public static void main(String[] args) {
String nama, pend;
int gol, jamker,ht=300000;
double tunjP = 0, tunjJ,lmbr,total;
Scanner input = new Scanner(System.in);
System.out.println("Program Hitung Honor Karyawan Kontrak");
System.out.println("PT. DINGIN DAMAI");
System.out.print("Nama Karyawan :");
nama = input.nextLine();
System.out.print("Pendidikan [SMU|D3|S1] :");
pend = input.nextLine();
System.out.print("Golongan [1|2|3] :");
gol = input.nextInt();
System.out.print("Jumlah Jam Kerja :");
jamker = input.nextInt();
switch (gol) {
case 1:
tunjJ = (ht * 5) / 100;
if ("SMU".equals(pend)) {
tunjP = (ht * 2.5) / 100;
} else if ("D3".equals(pend)) {
tunjP = (ht * 5) / 100;
} else if ("S1".equals(pend)) {
tunjP = (300000 * 7.5) / 100;
} else {
tunjP = 0;
}
break;
case 2:
tunjJ = (ht * 10) / 100;
if ("SMU".equals(pend)) {
tunjP = (ht * 2.5) / 100;
} else if ("D3".equals(pend)) {
tunjP = (ht * 5) / 100;
} else if ("S1".equals(pend)) {
tunjP = (ht * 7.5) / 100;
} else {
tunjP = 0;
}
break;
case 3:
tunjJ = (ht * 15) / 100;
if ("SMU".equals(pend)) {
tunjP = (ht * 2.5) / 100;
} else if ("D3".equals(pend)) {
tunjP = (ht * 5) / 100;
} else if ("S1".equals(pend)) {
tunjP = (ht * 7.5) / 100;
} else {
tunjP = 0;
}
break;
default:
tunjJ = 0;
}
if(jamker>8){
lmbr=(jamker-8)*2500;
}else{
lmbr=0;
}
System.out.println("Karyawan Yang Bernama :" + nama);
System.out.println("Honor Yang Diterima");
System.out.println("Honor Tetap Rp. " + ht);
System.out.println("Tunjangan Jabatan Rp. " + tunjJ);
System.out.println("Tunjangan Pendidikan Rp. " + tunjP);
System.out.println("Honor Lembur Rp. " + lmbr);
System.out.println("--------------------------------------");
total=ht+tunjJ+tunjP+lmbr;
System.out.println("Honor Yang Diterima Rp. " + total);
}
}
Penjelasan Program :
if ("SMU".equals(pend)) {
code di atas ada code equals itu artinya untuk inputan keyboar, kalau untuk mengabaikan inputan huruf kecil dan besar, tinggal diganti dengan equalsIgnoreCase
Amati code program di atas secara teliti ya….
Contoh Lain :
import java.util.*;
class HitungTotal {
public static void main(String[] args) {
String kode, merek;
int ukuran;
long harga = 0, jumbel, total;
Scanner input = new Scanner(System.in);
System.out.println("TOKO KELONTONG KERONCOBGAN");
System.out.println("--------------------------");
System.out.println("A. Susu Dancow");
System.out.println(" 1. Ukuran Kecil");
System.out.println(" 2. Ukuran Sedang");
System.out.println(" 3. Ukuran Besar");
System.out.println("B. Susu Bendera");
System.out.println(" 1. Ukuran Kecil");
System.out.println(" 2. Ukuran Sedang");
System.out.println(" 3. Ukuran Besar");
System.out.println("C. Susu SGM");
System.out.println(" 1. Ukuran Kecil");
System.out.println(" 2. Ukuran Sedang");
System.out.println(" 3. Ukuran Besar");
System.out.print("Masukan Kode Susu [A|B|C] :");
kode = input.nextLine();
System.out.print("Masukan Ukuran Kaleng [1|2|3] :");
ukuran = input.nextInt();
if ("A".equals(kode)) {
merek = "Dancow";
switch (ukuran) {
case 1:
harga = 15000;
break;
case 2:
harga = 20000;
break;
case 3:
harga = 25000;
break;
default:
harga = 0;
}
} else if ("B".equals(kode)) {
merek = "Bendera";
switch (ukuran) {
case 1:
harga = 13500;
break;
case 2:
harga = 17500;
break;
case 3:
harga = 20000;
break;
default:
harga = 0;
}
} else if ("C".equals(kode)) {
merek = "SGM";
switch (ukuran) {
case 1:
harga = 15000;
break;
case 2:
harga = 18500;
break;
case 3:
harga = 22000;
break;
default:
harga = 0;
}
} else {
merek = "Tidak Ada";
}
System.out.println("Susu :" + merek);
System.out.println("Harga Satuan Barang :" + harga);
System.out.print("Jumlah Yang Dibeli :");
jumbel = input.nextInt();
total = jumbel * harga;
System.out.println("Harga Yang Harus Dibayar Sebesar Rp. " + total);
}
}
Amati lagi ya codenya dan di coba lalu di compile dan di jalankan, kemudian lihat hasilnya..!


Tahun kabisat dalah tahun yang memiliki jumlah hari 366, instead of 365. Satu hari tambahan itu adalah tgl 29 Februari, biasanya jatuh setiap 4 tahun sekali.
Aduh gimana ya orang yang lahirnya pas tanggal 29 Februari, itu artinya ulang tahunnya setiap 4 tahun sekali. Kasihan… heeeeee…..
Nah, coba dihitung-hitung, dari semua tahun yang tertera di bawah ini, mana saja yang tahun kabisat dan mana yang bukan, 1000, 1100, 1200, 1300, 1400, 1500, 1600, 1700, 1800, 1900, 2000?
Eits, dilarang googling atau ngwiki, nyontek bawah, tanya teman atau apapun. Pokoknya jawaban yang diberikan harus murni berasal dari kepala masing-masing.
Yak, dan jawabannya yang tahun kabisat hanya 1200, 1600, 2000.
Algoritma Tahun Kabisat :
  1. Jika angka tahun itu habis dibagi 400, maka tahun itu sudah pasti tahun kabisat.
  2. Jika angka tahun itu tidak habis dibagi 400 tetapi habis dibagi 100, maka tahun itu sudah pasti bukan merupakan tahun kabisat.
  3. Jika angka tahun itu tidak habis dibagi 400, tidak habis dibagi 100 akan tetapi habis dibagi 4, maka tahun itu merupakan tahun kabisat.
  4. Jika angka tahun tidak habis dibagi 400, tidak habis dibagi 100, dan tidak habis dibagi 4, maka tahun tersebut bukan merupakan tahun kabisat.
Dari algortma di atas dapat disimpulkan bahwa tahun kabisat adalah tahun yang habis di bagi dengan agka 400 dan angka 4.
Contoh Program :
import java.util.*;
class HitungTahunKabisat {
public static void main(String[] args) {
String thk="Tahun Kabisat",thbk="Bukan Tahun Kabisat";
int th;
Scanner input=new Scanner(System.in);
System.out.println("Hitung Tahun Kabisat");
System.out.println("--------------------");
System.out.print("Masukan Tahun : ");
th=input.nextInt();
if(th%400==0 || th%4==0){
System.out.println("Tahun " + th + " Adalah " + thk);
}else{
System.out.println("Tahun " + th + " Adalah " + thbk);
}
}
}
Penjelasan Program :
if(th%400==0 || th%4==0){
Untuk tanda % didalam java adalah sisa bagi atau lebih di kenal dengan modulus dan tanda || adalah operator pengganti Atau.
Silahkan dicoba lalu di jlankan…!
angan Beri Pasta Gigi pada Luka Bakar - Kebiasaan orangtua saat buah hati mengalami luka bakar ringan dengan memberi pasta atau odol di bagian luka yang terkena panas, ternyata kurang tepat.


luka bakar dan pasta gigi


Kalau terbakar level ringan sering menggunakan pasta atau odol. Sebenarnya tindakan itu kurang tepat. Yang benar siram luka dengan air keran supaya mendinginkan proses luka panas. Panas diremove sehingga proses panas enggak berjalan. Setiap luka bakar ringan jangan ditempeli apapun karena bisa membuat lengket.

Untuk luka bakar tingkat kedua menyebabkan kulit melepuh ataupun bengkak berisi air. Biasanya orang tidak sabar untuk memecahnya. Tapi sebenarnya tindakan itu salah.

Biasanya dalam 21 hari akan pecah dengan sendirinya. Kalau melepuh jangan dipecahkan, biar pecah sendiri.


Sekian dari saya tentang Jangan Beri Pasta Gigi pada Luka Bakar, semoga dapat bermanfaat. TERIMAKASIH!
Dewi Persik dan Mr. Bean - Dewi Persik kembali dengan film terbaru. Dan lebih uniknya lagi, kali ini Depe akan bermain film bersama pemeran Mr. Bean, Rowan Atkinson! Wow...


Dewi Persik dan Mr. Bean


"Iya, ini aku lagi syuting buat film terbaru. Alhamdulillah aku mendapatkan kesempatan untuk bermain film dengan Rowan Atkinson," ungkap mantan istri Saipul Jamil ini.

Dewi Persik yang dihubungi lewat telepon, Kamis (22/3) mengakui bahwa judul filmnya kali ini "MR. BEAN KESURUPAN DEPE".

"Jadi nanti diceritanya Rowan itu jadi pocong. Kebetulan anakku, Gabriel, suka banget sama dia. Jadi ini bener-bener kesempatan langka aku bisa main sama dia," papar mantan istri Aldi Taher ini bangga.

Namun saat disinggung berapa biaya yang dikeluarkan sang produser, KK Dheraj
untuk mendatangkan Rowan Atkinson ke dunia film Indonesia, Dewi Persik enggan menjelaskan lebih lanjut.

Jadi, kita hanya perlu menunggu saja Film nya keluar dan semoga Mr. Bean/Rowan Atkinson tidak langsung pergi ke Amerika setelah membuat filmnya (ya, entah ke Bali dulu kek atau apalah).


Sekian dari saya tentang Dewi Persik dan Mr. Bean, semoga dapat bermanfaat. TERIMAKASIH!
Film Ghost Rider 2 | Spirit of Vengeance - Hari ini, Harrys76 | Share Everything akan berbagi film Ghost Rider 2 | Spirit of Vengeance. Sudah tahukan Film Ghost Rider? Iya. Film ini bertema superhero yang dirilis pada tahun 2007, skenario ditulis dan disutradarai oleh Mark Steven Johnson.


ghost rider 2


Film ini diadaptasi dari Komik Marvel dengan karakter yang sama (Johnny Blaze), karakter ini diperankan oleh Nicolas Cage. Ghost Rider mengisahkan seorang pemain akrobat dengan sepeda motor, yang menjadi iblis karena perjanjian dengan setan.

Jadi, tanpa basa-basi lagi, bagi yang mau tonton Film Ghost Rider 2 | Spirit of Vengeance, buka spoiler nya lalu tonton sepuasnya. :D

Buka Untuk Menonton




*Catatan:
Untuk menonton filmnya Koneksi Internet anda harus cepat. Jika ingin mempercepat kamu bisa buka Cara Mempercepat Koneksi Internet.


Sekian dari saya tentang Film Ghost Rider 2 | Spirit of Vengeance, semoga film ini dapat menghibur. TERIMAKASIH!
Manfaat Vitamin E bagi Kulit - Vitamin E memberikan kontribusi penting untuk kesehatan tubuh dan kulit cantik anda. Dengan Vitamin E kulit anda akan terlihat lebih cerah dan sehat. Mengenai manfaat Vitamin E bagi kulit tubuh dapat anda simak sebagai berikut:



manfaat vitamin e


Fungsi vitamin e yaitu sebagai antioksidan dan memegang peranan penting dalam menjaga tubuh dari radikal bebas. Kemampuan vitamin E sebagai vitamin antioksidan yang mampu melindungi kerusakan sel-sel tubuh akibat radikal bebas.

Fungsinya bisa untuk mengurangi resiko terjadinya pembekuan darah, mencairkan darah beku, mencegah penyumbatan pembuluh darah, menguatkan dinding pembuluh darah kapiler, meningkatkan pembentukan sel-sel darah merah, mengurangi kadar gula darah, memperbaiki kerja insulin, serta meningkatkan kekuatan otot dan stamina.

Vitamin e merupakan jenis vitamin yang bisa larut dalam lemak, vitamin E mampu menembus lapisan membran sel dan masuk ke dalam sel. Karena itulah vitamin E dapat mencegah terjadinya proses oksidasi lemak dan memegang peranan sangat penting dalam melindungi lapisan jaringan lemak yang melapisi dinding sel-sel dan organ-organ utama dalam tubuh.

Manfaat vitamin e yang lain adalah untuk melindungi kerusakan DNA sel-sel kulit hingga dapat mencegah terjadinya kankaer kulit, meningkatkan regenarasi sel-sel kulit, dan dapat mencegah kerusakan serabut kolagen dan elastin yang memicu terjadinya kulit keriput.  

Manfaat lain vitamin e bagi kulit adalah dapat digunakan untuk mengatasi jerawat, peradangan dan pembentukan jaringan parut, serta mempercepat proses penyembuhan luka.

Sekian dari saya tentang Manfaat Vitamin E bagi Kulit, semoga dapat bermanfaat. TERIMAKASIH!